Prosedur Transfer Kredit Kampus Merdeka-Merdeka Belajar Prodi Statistika UI

Panduan Dasar

I. Peraturan Rektor UI Nomor 014 Tahun 2016 tentang Penyelanggaraan Program Sarjana di Universitas Indonesia

  1. BAB IX. TRANSFER KREDIT:
    Pasal 21 ayat (1) hingga ayat (5): pengajuan, syarat dan ketentuan TK
  1. BAB XI: EVALUASI HASIL BELAJAR
    • Pasal 34 ayat (2): mata kuliah hasil TK yang diperhitungkan dalam transkrip nilai hanya jumlah total SKS.
    • Pasal 35 ayat (4): TK tidak termasuk dalam penghitungan Indeks Prestasi Semester (IPS)
    • Pasal 35 ayat (5): TK tidak termasuk dalam penghitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
  2. BAB XII: ADMINISTRASI HASIL BELAJAR
    Pasal 38 ayat (3): Semua mata kuliah yang diperoleh melalui TK dicantumkan dalam transkrip akademik.
  3. BAB XIII: CUTI AKADEMIK DAN KULIAH DI LUAR UNIVERSITAS
    Pasal 43 ayat (4): Nilai mata kuliah yang diperoleh dari kegiatan kuliah di luar universitas atau Overseas (penjelasan Overseas lihat ayat (1)) tidak diperhitungkan dalam IPK dan diberikan kode huruf TK, sebagaimana ketentuan Pasa 34 ayat (2).
  4. BAB I: KETENTUAN UMUM
    • Pasal 1 butir 16: ketentuan mata kuliah pilihan,
    • Pasal 1 butir 17: ketentuan mata kuliah wajib,
    • Pasal 1 butir 24: Pengembangan Kepribadian mahasiswa,
    • Pasal 1 butir 35: Penentuan 1 SKS pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi dan tutorial
    • Pasal 1 butir 36: Penentuan 1 SKS pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis;
    • Pasal 1 butir 37: Penentuan 1 SKS pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau entuk pembelajaran lain yang setara;
    • Pasal 1 butir 43: tim transfer kredit;
    • Pasal 1 butir 44: definisi transfer kredit.
  5. BAB V: BEBAN STUDI DAN MASA STUDI
    • Pasal 14 ayat (1): Beban studi program Sarjana adalah 144 SKS
    • Pasal 14 ayat (2): Beban studi maksimal yang diperbolehkan untuk program Sarjana adalah 160 SKS
    • Pasal 14 ayat (3): Perolehan dari TK, baik mata kuliah wajib maupun pilihan, dimasukkan dalam perhitungan beban studi mahasiswa.

II. Dokumen Kurikulum Program Studi S1 Statistika.

Berdasarkan ketentuan pada keputusan rektor dan buku panduan kurikulum di atas, maka dapat diturunkan hal-hal sebagai berikut:

Jenis kegiatan yang dapat diklaim untuk TK

1. Mata kuliah dari program pertukaran mahasiswa, program pendidikan yang pernah diikuti sebelumnya, baik Program Studi di lingkungan Universitas maupun perguruan tinggi lain yang diakui oleh Universitas.

2. Program lain yang diakui Universitas
Contoh:

  • Courses: online maupun offline yang pelaksananya selain UI. Jika dilaksanakan oleh universitas, maka haruslah dari universitas yang sudah terakreditasi. Termasuk di dalamnya pelaksanaan lomba yang berdasarkan project dalam suatu periode waktu, dengan penugasan terstruktur dari lembaga penyelenggara.
  • Magang, bakti sosial, maupun pengabdian masyarakat dengan melampirkan bukti dan laporan kegiatan
  • Pembuatan konten atau suatu karya (video, tulisan, maupun karya lain) yang dipublikasikan secara umum dan memberikan kebermanfaatan secara akademis.

3. Hal-hal lain yang sepanjang berada dalam koridor ketentuan Panduan Dasar.

Bagaimana mengajukan TK?

Jika sudah selesai melaksanakan suatu kegiatan, maka isi data diri dan data kegiatan pada tautan berikut (klik di sini). Unggah dokumen kegiatan (e.g. silabus, link course, sertifikat kelulusan, dan sebagainya) pada tautan tersebut.

Tim Transfer Kredit akan melakukan penilaian untuk diakui atau tidak, dan bobot SKSĀ  yang akan diakui dari kegiatan tersebut.

Bagaimana penentuan SKS TK yang diakui Prodi?

Mengacu pada Panduan Dasar, maka prosedur penilaian TK dari Prodi adalah sebagai berikut:

  1. Menilai silabus (jika courses) atau rincian kegiatan yang dilakukan.
    a) Jika suatu course/mata kuliah, maka akan dinilai kemiripannya dengan mata kuliah yang ada di kurikulum Prodi Statistika.

1) Jika course yang diajukan memiliki kemiripan 100% dengan mata kuliah di kurikulum Prodi, maka course tersebut dapat dijadikan pengganti mata kuliah pada Prodi, dan

  1. Jika mahasiswa belum mengambil mata kuliah tersebut di Prodi, maka tidak perlu mengambil mata kuliah tersebut.
  2. Jika mahasiswa sudah mengambil mata kuliah tersebut di Prodi, maka pengajuan TK tidak diloloskan.
    • Jika course yang diajukan memiliki kemiripan 100% dengan bagian dari mata kuliah wajib di kurikulum Prodi, dan mahasiswa sudah mengambil mata kuliah tersebut, maka pengajuan TK tidak dapat disetujui.

Contoh: Dasar-dasar penggunaan R, hal ini karena topik tersebut embedded dalam praktikum mata kuliah statistika dasar di Prodi.

  • Jika sebagian topik dari course yang diajukan mirip dengan isi mata kuliah pada Prodi, maka tim TK hanya akan memperhitungkan topik yang tidak mirip, dengan perhitungan jumlah SKS mengikuti bobot topik tersebut terhadap keseluruhan kegiatan.

Jika topik atau kegiatan tidak tercantum mirip dengan, atau tidak ada dalam daftar mata kuliah pada kurikulum Prodi, maka masih dimungkinkan untuk mengakui perolehan SKS dari kegiatan tersebut, sepanjang kegiatan tersebut mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan sesuai ketentuan kurikulum Prodi. SKS yang diperoleh akan diperhitungkan dalam perolehan mata kuliah pilihan, dengan jumlah SKS mengikuti ketentuan pada Panduan Dasar.