The Vehicles Routing Problem dalam Pengiriman Barang dan Pencarian Rute

Untitled

THE VEHICLES ROUTING PROBLEM DALAM PENGIRIMAN BARANG DAN PENCARIAN RUTE

Author: Chris Hutapea

Editor: Ni Putu A. Audia A.

Lebih dari 56 tahun telah berlalu sejak Dantzig dan Ramser memperkenalkan permasalahan dalam tahun 1959. Mereka menjelaskan permasalahan tersebut ketika revolusi industri di Eropa sedang berkembang pesat, salah satu contohnya pengiriman bensin untuk layanan di stasiun. Ketika itu mereka mengusulkan formulasi pemrograman matematika dan menggunakan pendekatan perhitungannya dalam algoritma dan heuristik. Formulasi ini dikenal dengan The Vehicle Routing Problem (VRP). Formulasi ini juga merupakan salah satu bentuk formula dari pengembangan operasi riset (dikenal dengan OR) di bidang transportasi dengan kategori pengantaran barang.

Secara umum, The Vehicle Routing Problem adalah    masalah mengoptimalkan rute yang ditempuh kendaraan dalam pengantaran barang ke rute customer dengan tujuan pelanggan puas dan meminimalkan pengeluaran biaya transportasi. Dengan pengertian VRP tersebut terdapat beberapa komponen yang harus dipertimbangkan dalam pendistribusian barang yaitu jaringan jalan yang ditempuh, posisi pelanggan, dan kendaraan yang digunakan dengan syarat kendaraan yang melintas di jalan. Jaringan jalan yang ditempuh umumnya digambarkan dengan graph, yang busur mewakili ruas jalan dan yang simpul sesuai dengan jalan persimpangan, sementara depot mewakili lokasi pelanggan. Selain mempertimbangkan hal-hal tersebut juga.

Banyak kejadian nyata yang akan menggunakan formulasi VRP ini, salah satunya adalah permasalahan VRP dalam hal pengiriman barang ke pelanggan (contohnya pengiriman lewat JNE atau TIKI). Pada teknis pelaksanaan pendistribusian barang, pihak distributor menggunakan kendaraan-kendaraan yang heterogen. Dalam melakukan pendistribusian barang, sebuah kendaraan pendistribusian tidak hanya melayani satu pelanggan melainkan banyak pelanggan yang menempuh rute lokasi konsumen. Ketika dalam pengantaran barang, setiap mobil pendistribusian menempuh rute yang berbeda sehingga harus dilakukan penentuan rute yang dilaluinya sebelum pengantaran barang berlangsung. Penentuan rute yang akan dilalui harus sesuai dengan waktu yang diinginkan pelanggan dan peraturan kendaraan setiap melalui ruas jalan. Selain rute, daya tampung kendaraan terhadap berat barang yang akan dibawa juga harus diperhatikan.

Permasalahan pencarian rute terpendek dengan mempertimbangkan daya tampung merupakan permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP) yang diselesaikan dengan salah satu metode yaitu menggunakan metode Simulated Annealing. Sedangkan visualisasi hasil optimasi pendistribusian barang yang telah dihasilkan akan diimplementasikan dengan menggunakan Teknologi Google Maps. Hasil yang dicapai dari pengerjaan proyek akhir ini memiliki tujuan yaitu mendapatkan nilai global optimum dari penggunaan algoritma Simulated Annealing, menentukan teknik cooling schedule dan nilai jumlah iterasi yang tepat dalam penggunaan algoritma Simulated Annealing, memproses data-data yang terkait dengan proses pendistribusianbarang menggunakan VRP dan metode Simulated Annealing dalam upaya pengoptimasian hasil proses pendistribusian barang, dan melakukan visualisasi hasil optimasi yang didapatkan menggunakan teknologi Google Maps.

Metode Simulated Annealing dikembangkan sebagai suatu pendekatan heuristik yang mampu melakukan perbaikan tingkat kualitas solusi dari suatu solusi awal yang diberikan. Selain mudah dalam implementasinya, kemampuannya untuk menghindari local optima yang buruk memberikan suatu harapan untuk memperoleh hasil yang lebih baik secara signifikan. Dalam pelaksanannya terjadi interaksi antara user dengan sistem maupun sistem dengan sistem sehingga aplikasi dapat berjalan sebagai mana mestinya.

Penjalanan proses dalam perancangan global sistem:

  1. Proses dimulai ketika admin melakukan input data mengenai jadwal pengiriman barang. Dimana di dalam jadwal pengiriman barang terdapat data-data terkait pengiriman barang seperti lokasi tujuan pengiriman barang, beban barang di setiap lokasi, jumlah kendaraan dan daya tampung kendaraan.
  2. Kemudian admin menjalankan action yang menangani proses optimasi.
  3. Kemudian data akan diproses menggunakan cara penyelesaian masalah dengan metode yang ada.
  4. Setelah proses dijalankan, maka akan dihasilkan jarak rute terpendek beserta urutan rute terhadap kendaraan yang ada.
  5. Output yang terkahir kali diberikan adalah berupa visualisasi rute.

Penggunaan VRP dalm kategori pengantaran barang ke pelanggan ini sudah diterapkan di seluruh benua. Walaupun demikian, Negara Indonesia yang sering aktif dalam pengiriman barang antar kota/pulau tidak sepenuhnya menggunakan The Vehicle Routing Problem dikarenakan ketidakmauan masyarakat untuk mengolah sistem VRP ini untuk dapat diterapkan sehingga beberapa pengiriman barang dan mencari rute pengiriman masih kurang efisien,yang mengakibatkan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh pelanggan. Kalau dibandingkan dengan Negara India yang secara sistem transportasinya tidak terkoodinir dengan rapi tetapi pemerintah India beserta masyarakatnya ada kemauan untuk meningkatkan kualitas pengiriman barang sehingga mereka menerapkan sistem VRP di setiap pengiriman barang antar wilayah di India.

 

 

Daftar Pustaka

  1. pens.ac.id/1133/1/Makalah_PA_7407040021.pdf

Ebook:

  1. Toth, Paulo & Daniele, Vigo “The Vehicles Routing Problem”. Siam:Monograph

Leave a Reply