SINUS XI

32424

Sabtu, 8 Oktober 2016 yang cerah telah diselenggarakan Sinus XI setelah sebelumnya rangkaian acara Sinus XI yaitu ekskursi juga telah berlangsung dengan sangat mengesankan. Tidak kalah bermanfaat, Sinus XI dihadiri oleh pembicara-pembicara alumni Departemen Matematika FMIPA UI yang telah sukses dengan caranya masing-masing.

Sebelumnya ada yang berbeda pada Sinus XI kali ini, karena sebelum memasuki ruang B 101 para peserta Sinus XI menuliskan dan menggantungkan mimpi-mimpinya dengan beragam kertas warna-warni menambah pesan bahwa apapun mimpi kita, kita punya cara masing-masing untuk mewujudkannya.

Sinus XI dimulai dengan pembukaan oleh MC kemudian masuk ke sesi pembicara pertama dan kedua yang dipandu oleh moderator Abby Halomoan, matematika 2013, yaitu Prof. Heru Suhartanto dan Bu Fiti Syam yang tentunya merupakan alumni Departemen Matematika FMIPA UI.

Prof. Heru Suhartanto berbagi ilmu dan pengalamannya dengan pembicaraan berjudul Masa Lalu, Kini, dan Depan. “Berusaha menebar manfaat untuk lingkungan. Di manapun kita berada, paling tidak kita harus berbuat sesuatu yang baik untuk sesama, dengan cara meningkatkan kualitas hubungan dan kepatuhan kepada Tuhan YME, aktivitas sosial multi disiplin, dan aktivitas di lingkungan kerja multidisiplin.” Itulah pesan pembuka yang disampaikan oleh Prof. Heru dilanjutkan dengan materi seputar Parallel Computation with NVIDIA Graphics Card Using Cuda in Hyperthermia Applications yiatu aplikasi komputasi parallel yang mengkombinasikan radiotherapy dan chemoterapy untuk lokalisasi sel kanker yang ternyata juga memerlukan penyelesaian dengan metode finite-difference time-domain (FDTD), yang dipelajari dalam mata kuliah Persamaan Differensial Parsial. Prof. heru menutup sesinya dengan pesan bahwa ketika kita bekerja, kita juga harus memperhatikan kata-kata yang kita gunakan, yang dilihat bukan hanya nilai saja, namun juga kemampuan untuk merencanakan dan komunikasi.

Setelah sesi Prof. Heru yang sangat luar biasa, SINUS XI dilanjutkan oleh Bu Fiti Syam dengan tema Matematika dalam Dunia Perbankan. Sesuai dengan tema yang dibawa, Bu Fiti memaparkan terlebih dahulu tentang bank serta resiko yang dimiliki bank. Setelah itu, lebih menarik lagi, Bu Fiti menjelaskan kontribusi matematika pada dunia perbankan dan bagaimana alur yang dapat ditempuh lulusan mahasiswa matematika untuk menjadi banker. Ada dua jalur, dari ODP (officer development program). Perekrutan dulu di rektorat UI. Satu lagi jalur reguler (teller, customer service). Sebagai alumnus matematika UI, Bu Fiti menyarankan untuk masuk lewat ODP. Bu Fiti pun menyampaikan bahwa dengan menjadi banker, kita pun bisa memberikan kontribusi untuk negara.

Sesi pertama ditutup dengan sesi tanya jawab, lalu dilanjutkan dengan sesi kedua dengan dipandu oleh moderator Rohmat Setiawan, matematika 2014. Pembicara pada sesi kedua adalah Bu Lina Marliana, Kak Agus, Bu Feni Astrini.

Tema Powering Evidence-Informed Policy with Statistics to Fight Poverty dibawakan oleh Bu Lina Marliana sebagai pembuka sesi kedua. Pada sesi ini, Bu Lina menyampaikan tentang kontribusi stastistika dan matematika dalam menghapi permasalahan social seperti kemiskinan, masalah pendidikan di Indonesia, beliau pun menceritakan contoh kasusnya. Selain itu, Bu Lina memberikan motivasi kepada para peserta untuk tidak pesimis menjadi mahasiswa Departemen Matematika karena menurut beliau, “Mathematics is not easy, it’s only for special people like you guys. Tetapi jangan khawatir, your future, seperti yang kalian katakan, bermimpilah setinggi langit.”

Setelah sesi Bu Lina yang luar biasa, selanjutnya masuk sesi pembicara Kak Agus yang menarik kaarena disini beliau lebih menceritakan pengalaman pribadinya dengan gaya yang santai dan asik. Beliau lebih suka mencari ilmu di luar daripada belajar yang teoritis sesuai textbook. “Selagi kita bisa membantu orang banyak, kita lakukan. Yang penting jadi diri kalian sendiri. Who Am I? Kalian sendiri yang bisa jawab. Orang itu punya kelemahan dan kelebihan, namun bagi saya tidak ada kelemahan dan kelebihan karena kelemahan dan kelebihan dapat diputarbalikkan tergantung sudut pandang kalian. Di dunia kerja, saya sudah banyak pindah kerja. Yang penting kalian punya modal, kalian ngerti yang kalian pelajari. Modal di sini ada hard skill dan soft skill. Apa yang bisa kalian bawa dari kuliah dan diterapkan? Hard Skill dan soft skill: filsafat, bahasa, dan logika. Saya tidak bilang matematik, ekonomi, sosial. Saya hanya bilang hard skill dan soft skill ada di filsafat, bahasa (komunikasi), dan logika. Saya bukan orang teoritis, intinya diri saya punya kelebihan apa, saya punya apa, itu yang saya jalani,”

Selanjutnya masuk sesi pembicara terakhir yaitu Bu Feni Astrini, S. Si, M. Akt, A3IK, ASAI, CPSAK dengan tema Kebutuhan Industri Asuransi Terhadap Lulusan Matematika dan Statistika. Pada sesi ini, Bu Feni menceritakan kebutuhan industri akan matematika. Lulusan Departemen Matematika bisa masuk ke strategic, marketing, decision maker, policy maker, investment, actuary, IT, atau finance. Selain itu, beliau menjelaskan tentang asuransi. Asuransi ada dua: asuransi jiwa dan asuransi kerugian. “Di Indonesia kita kekurangan resources untuk aktuaris di asuransi kerugian. Kemampuan matematik dan statistik tidak dimiliki oleh orang jurusan lain. Peluang yang dimiliki adik-adik saat ini sangat lebar,” jelas beliau. “Di dunia kerja kita tidak perlu lagi rumus-rumus atau teori, yang dibutuhkan adalah logika dan decision-making yang cepat di lapangan,”. Bu Feni pun menyampaikan bahwa strategi bagi mahasiswa yang perlu disiapkan adalah fondasi yang kuat di matematika, kemampuan menyelesaikan masalah dan daya analisa. Tidak semua masalah ada di buku dan tidak semua masalah ada teorinya. Kita harus bisa memecahkannya. Kemampuan komunikasi dan komputasi juga dibutuhkan. Tanpa kemampuan komunikasi, kita sulit berkomunikasi dengan resources lain.

Sesi kedua ditutup dengan tanya jawab peserta. Peserta Sinus XI kali ini terlihat sangat antusias karena banyak pertanyaan yang diajukan dari sesi pertama sampai kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan waktu istirahat yang sebelumnya telah diperkenalkan mentor-mentor dari alumni Matematika untuk sesi mentoring setelah istirahat.

Pada sesi mentoring oleh para alumni, mentor-mentor menceritakan pengalaman mereka mulai dari saat mereka masih berkuliah, dari kehidupan akademis dan non akademis, pengalaman mereka magang, mencari kerja sampai menceritakan pekerjaan mereka saat ini. Tidak lupa para mentor juga memberikan motivasi dan semangat untuk para peserta yang masih harus menyelesaikan perkuliahan. Sesi mentoring membuat para peserta bisa lebih detail bertanya tentang hal-hal yang ingin mereka tau. Selesai sesi mentoring merupakan tanda bahwa Sinus XI juga telah selesai. Rangkaian yang telah berlangsung mulai dari Ekskursi sampai sesi seminar dan talkshow Sinus XI memiliki banyak manfaat dan menambah pengalaman serta wawasan tentunya.

32426 32425

 

 

Leave a Reply